klik blogger iklan

aku adalah aku..


ShoutMix chat widget


.

free join !!!

Tampilkan postingan dengan label aLL cOmpuTeR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aLL cOmpuTeR. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2009

Perbaikan PC

01. PC Tidak Bereaksi, Saat Tombol Power Ditekan.Permasalahan: Anda menekan tombol power untuk mengaktifkan PC Anda, namun PC tidak menunjukkan tandatanda kehidupan. Apa yang terjadi?Solusi: Jika hal ini terjadi pada PC Anda, ada beberapa kemungkinan yang harus diperiksa satu per satu secara bertahap. Langkah 1: Periksa semua jaringan listrik, dari outlet AC sampai ke PSU (power supply unit) PC Anda. Apakah sudah terpasang dengan sempurna. Mulai dari memastikan switch PSU dalam posisi ON, ataupun sekiranya Anda menggunakan UPS (uniterruptable power supply) dan/atau stabilizer AVR (automated voltage regulator). Pastikan semua dalam posisi ON dan dalam keadaan berfungsi dengan baik. Langkah 2: Jika hal tersebut bukan penyebabnya, maka kemungkinan berikutnya baru pada PC Anda. Pastikan semua kabel (terutama kabel power) dan komponen terpasang dengan baik. Caranya dengan mebuka casing, kemudian menekan-nekan kembali komponen dan konektor kabel yang ada. Adakalanya hal ini disebabkan karena konektor yang tidak terhubung dengan sempurna. Perhatikan juga ATX 12V, yang dapat ditemukan pada kebanyakan motherboard empat tahun belakangan ini. Motherboard tidak akan beraksi, tanpa catuan daya dari konektor ini. Langkah 3: Ini akan cukup merepotkan. Lakukan pengecekan perangkat utama satu persatu. Yang dimaksud adalah CPU dan motherboard. Pastikan keduanya masih berfungsi dengan baik. Sebab katakanlah jika CPU rusak, sistem tidak akan menyala sama sekali. Demikian juga jika motherboard rusak. Terutama untuk urusan catu dayanya (MOSFET, jalur daya pada PCB dan seterusnya). Ini juga akan menyebabkan PC tidak akan bereaksi sama sekali. 02. Fan, Harddisk Terdengar Putarannya, namun Layar Monitor Tetap Gelap.Permasalahan: PC bereaksi. Terdengar bunyi putaran kipas, dan tanda-tanda kehidupan lain dari harddisk, drive optik dan lain-lain. Namun, monitor tetap gelap.Solusi: Fiuhh…setidaknya ini sedikit lebih baik dari masalah nomor 1. Untuk masalah ini, sebaiknya mengandalkan tanda yang diberikan POST BIOS. Pastikan speaker casing terpasang baik, sehingga Anda dapat mendengarkan POST berupa kombinasi bunyi beep yang pasti tersedia pada kebanyakan motherboard. Atau pada beberapa motherboard keluaran terbaru, juga tersedia buzzer yang terintegrasi pada motherboard.Lebih mudah lagi jika motherboard disertai display BIOS POST code berupa dua seven segment LED, yang akan menampilkan kode hexagesimal. Sekiranya Anda tidak tahu arti dari kode tersebut (baik suara ataupun cahaya) atau bahkan kehilangan buku manual, sekali lagi tidak perlu panik. Anda dapat coba membuka situs Bios Central http://www.bioscentral.comHarddiskMenyimpan berbagai dokumen, lagu-lagu kesayangan format MP3, instalasi game 3D (yang ukurannya hingga satuan gigabyte), beberapa, bahkan mengumpulkan video download berformat DivX, atau master video digital hasil transfer dari handycam. Tidaklah aneh jika harddisk dengan cepat penuh. Menambah harddisk pun, ternyata tidakterlepas dari beberapa masalah yang mungkin saja timbul. 03. Sistem Tidak Mengenali Harddisk Baru.Permasalahan: Harddisk baru yang terpasang, tidak terdeteksi baik pada Windows maupun BIOS sekalipun. Solusi: Intinya memasang dan mengonfigurasikan harddisk dengan benar. Harddisk bukan termasuk komponen yang sulit dalam proses instalasi. Namun, ada beberapa langkah yang harus dipastikan sudah dilakukan, saat memasang harddisk. Langkah 1: Pastikan harddisk sudah mendapatkan catudaya dari PSU. Kesalahan sepele seperti ini bisa saja terjadi. Mengingat letak harddisk yang biasanya di bagian depan casing. Terkadang Anda menghubungkannya dengan cabang power dari fan, yang tidak mendapatkan pasokan daya dari PSU. Hal ini bisa juga diakibatkan minimnya jumlah konektor daya dari PSU. Langkah 2: Pastikan setting master dan slave harddisk tepat seperti yang diinginkan. Atau jika Anda ingin memanfaatkan konfigurasi pada cable select, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada kedua harddisk, lama dan baru Anda. Langkah 3: Jika Anda menginginkan memanfaatkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan kabel IDE pada harddisk. Beberapa kabel terbaru, sudah memberikan tanda khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan aturan dasar berikut. Konektor yang terletak diujung diperuntukkan sebagai master. Sedangkan konektor di tengah, akan dianggap sebagai slave. Langkah 4: Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, maka alternatif jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated Peripheral, biasanya terdapat pilihan untuk IDE controller. Di sini juga terdapat pilihan untuk setting controller harddisk SATA. Sekiranya Anda mengalami masalah serupa, saat ingin menambahkan harddisk baru ber-interface SATA. Khusus untuk harddisk SATA dan Windows, jangan lupa untuk menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen motherboard. Atau updatenya, tergantung chipset motherboard yang digunakannya. 04. Harddisk Terdeteksi, namun Tidak Dapat Dioperasikan.Permasalahan: BIOS mendeteksi keberadaan harddisk. Namun tidak demikian dengan Windows, bahkan DOS.Solusi: Ini bukan permasalahan besar. Yang perlu dilakukan adalah membuat partisi, dan kemudian memformat harddisk baru tersebut. Karena harddisk yang baru tersebut belum terformat dalam sebuah file system yang dapat dikenali Windows ataupun DOS. Ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan dengan harddisk baru tersebut. Kemungkinan 1: Sekiranya Anda menginginkan menginstalasi harddisk baru tersebut dengan operating system Windows 9x, maka diperlukan sedikit pengetahuan dasar tentang perintah FDISK. Untuk yang satu ini, kami sangat menyarankan untuk memanfaatkan perintah yang satu ini dengan didampingi rekan Anda yang sudah berpengalaman. Kemungkinan 2: Jika Anda ingin menginstalnya dengan Windows 2000/XP ataupun beberapa distro Linux terbaru sekarang ini, Anda tidak usah pusing lagi berhadapan dengan perintah FDISK. Mereka menyediakan pilihan pada saat proses instalasinya. Tinggal mengikuti langkah dan pilihan yang diberikan. Setidaknya akan lebih mudah dibandingkan menggunakan perintah FDISK untuk kebanyakan orang. Kemungkinan 3: Jika harddisk baru tersebut akan dimanfaatkan sebagai harddisk tambahan untuk penyimpanan data, hal ini akan lebih mudah. Misalnya selama ini Anda sudah menggunakan operating system Windows XP. Dengan mengguna kan user yang memiliki administrator rights Anda dapat melakukan hal berikut ini.Cukup dengan masuk ke Disk Management. Salah satunya dengan cara klik kanan pada My Computer, pilih Manage.Perhatikan kolom bagian kiri. Kemudian pada Storage, pilih Disk Management. Dari sini Anda dapat melihat dan mengatur harddisk baru Anda dengan lebih mudah.Catatan: Berhati-hatilah saat menggunakan fasilitas yang tersedia pada Disk Management. Jangan sampai salah memilih harddisk. Karena data yang di dalam harddisk ataupun partisi dapat hilang. Demikian juga saat menggunakan FDISK ataupun fungsi serupa yang tersedia pada proses instalasi operating system. 05. Instalasi Harddisk Baru Ekstra Besar.Permasalahan: Harddisk 200 GB tidak terdeteksi baik di BIOS, apalagi Windows. Padahal, langkah pada tip ke 03 dan 04 sudah dijalankan semua.Solusi: Seiring dengan waktu dan kemajuan teknologi yang ada, maka produk massal harddisk berukuran besar sudah tersedia di pasar. Dengan harga yang terbilang terjangkau. Inti masalah ada pada penggunaan metoda LBA (Logical Block Addressing) yang digunakan. Permasalahan untuk hal di atas, biasanya disebabkan karena harddisk berukuran di atas 137 GB, menggunakan metoda LBA 48 bit.Untuk itu, yang pertama perlu dilakukan adalah memastikan apakah BIOS yang digunakan, sudah mendukung LBA 48 bit. Sebagai contoh di sini adalah dengan menggunakan 48-bit LBA Test Program untuk Intel Application Accelerator http://support.intel.com/support/chipsets/iaa/sb/CS-009302.htm. Cukup dengan menjalankan aplikasi sederhana 48lbachk.exe pada sistem.Jika ternyata BIOS belum mendukung, maka diperlukan update BIOS. Perhatikan readme yang tersedia pada update BIOS. Pastikan update yang akan digunakan, dapat menyelesaikan masalah kompatibilitas harddisk LBA 48 bit.Drive OptikPerangkat yang satu ini mungkin sudah lama dijadikan andalan untuk urusan storage. Berikut mungkin beberapa masalah yang dapat terjadi. 06. Software Burner Tidak Berfungsi pada Drive Optik Baru.Permasalahan: Misalnya, Anda terpaksa mengucapkan selamat tinggal pada CDRW drive lama. Dan menggantinya dengan sebuah drive burner baru. Namun Anda baru menyadari, bahwa software burner Nero andalan, tidak dapat digunakan dengan drive baru. Mengapa demikian? Solusi: Pada awal masa jaya CD-RW drive, kebanyakan paket penjualan disertai dengan software burner. Namun, sekarang juga banyak beredar drive optik yang tidak disertai dengan software burner.Perlu diketahui, lisensi yang diberikan OEM untuk paket penjualan. Dan dikhususkan untuk produk yang dibundle. Dan Nero memiliki proteksi, sehingga hanya dapat dimanfaatkan khusus untuk drive tersebut. Untuk terus memanfaatkannya dengan drive burner baru, cara yang paling minim biaya adalah dengan meng-upgradenya. Atau dengan menggunakan Software Burner yang lain. Software ini dapat anda peroleh gratis di www.download.com 07. Kecepatan Write Tidak Secepat yang Dijanjikan.Permasalahan: Spesifikasi memang tidak menjanjikan 100% sesuai dengan kenyataan yang ada. Namun jika diperlukan waktu write hingga dua kali ataupun lebih waktu yang dijanjikan, tentu ada sesuatu yang salah. Apa penyebabnya?Solusi: Ini mungkin tidak akan begitu banyak terasa, bahkan untuk CD-RW drive yang tercepat sekalipun. Namun, jika sudah beralih ke DVD burner drive, perbedaannya akan sangat terasa. Bisa-bisa dibutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk menyelesaikan menulis data pada media DVD berkapasitas 4,7 GB.Yang perlu dipastikan adalah, baik harddisk ataupun drive optik yang digunakan, sudah bekerja pada mode Ultra DMA (Direct Memory Access).Cara mengeceknya, pada Windows XP dengan memperhatikan Device Manager. Buka pada tree IDE controller. Dan lihat pada tab Advanced Setting. Perhatikan pada bagian Current Transfer Mode. Periksa pada masing-masing IDE controller di mana harddisk maupun drive optic terpasang.VGA dan DisplayKeduanya memang diperuntukkan untuk memanjakan mata penggunanya. Dengan VGA yang lebih bertenaga, Anda akan mendapatkan _frame_ rate yang lebih baik. Sedangkan dengan display yang lebih baik, Anda akan mendapatkan resolusi dan refresh rate yang tidak melelahkan mata. Namun, bukan berarti keduanya bebas dari masalah. 08. Driver Video Card Tidak Terinstalasi dengan Sempurna.Permasalahan: Kelihatannya proses instalasi driver berjalan sempurna. Namun setelah sistem restart, ada peringatan box error: “cli.exe Application Error. The application failed to initialize properly (0xc0000135). Click OK to terminate the application.” Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?Solusi: Beberapa pengguna video card dengan chipset VPU ATi Radeon pernah merasakannya. Apalagi jika pernah mengupdate driver dan aplikasi pendukungnya dengan menggunakan ATi Catalyst. Sebagai informasi, ATi Catalyst yang ditujukan khusus untuk operating system Windows ini, dibuat dengan menggunakan Microsoft .NET _frame_work SDK.Operating system perlu ditambahkan dengan instalasi Microsoft .NET _frame_work.Ini akan berguna sekiranya Anda juga akan menginstal aplikasi yang dibuat dengan memanfaatkan Microsoft .NET _frame_work SDK. Untuk mengatasi semua masalah, yang menyebabkan munculnya window pop up serupa. 09. Menghindari Pesan Kesalahan Saat Instalasi Update Driver VGA.Permasalahan: Bagaimana sebaiknya melakukan update driver VGA. Karena pada beberapa kasus, sering terjadi muncul pesan kesalahan.Solusi: Memang tidak ada perintah khusus yang disertakan pada file instaler update driver VGA, yang menyarankan untuk melakukan uninstall dari driver lama yang sebelumnya ter-install. Namun, ada baiknya Anda melakukan pembersihan operating system Anda dari driver lama yang pernah ada. Sebelum menginstalasinya dengan update terbaru yang diinginkan.Untuk para pengguna VGA dengan chipset ATi Radeon, Anda dapat dengan mudah melakukan proses uninstall driver lama, beserta beberapa aplikasi pendukungnya. Karena ATI juga sudah menyertakan ATi CATALYST Uninstaller, yang otomatis disertakan saat proses instalasi driver ATI CATALYST.Untuk yang lain, perlu trik tersendiri. Cukup banyak alternatif untuk membersihkan driver-driver lama. Anda dapat memanfaatkan Driver Cleaner, yang sekarang sudah tersedia Driver Cleaner 3.3, atau variannya Professional Edition (www.drivercleaner.net). 10 Router Hang, dan Perlu Direstart.Permasalahan: Awalnya, saat instalasi router, hal ini tidak pernah terjadi. Namun belakangan ini, sering kali router hang dan perlu di-restart untuk mendapat koneksi Internet pada PC yang terhubung dengan router.Solusi: Bahkan dengan konfigurasi terbaik sekalipun, router tetap saja bisa mengalami hang. Biasanya hal ini disebabkan terlalu banyak permintaan koneksi pada waktu yang bersamaan. Dan selama ini, satu-satunya cara mengatasinya adalah dengan restart router (mematikannya dan kemudian menghidupkannya kembali). Langkah 1: Sekiranya produsen router telah menyediakan update firmware, Anda bisa mencobanya untuk mengupdate firmware untuk memperbaiki proses routing dan mencegah crash pada router. Langkah 2: Anda dapat melakukan tindakan pencegahan. Hal semacam ini juga bisa disebabkan karena virus, juga spyware yang menyerang PC. Jalankan antivirus dan antispyware yang telah ter-update, untuk mengecek masing-masing PC. Langkah 3: Perhatikan aplikasi yang terinstal pada tiap PC client router tersebut. Terutama beberapa aplikasi file sharing Peer to Peer (P2P). Aplikasi semacam ini juga dapat menyebabkan hal tersebut. Jika tidak dikonfigurasikan dengan baik, software P2P bisa saja membuka sharring permission-nya, sehingga jika request terlalu banyak otomatis akan membebani kerja router Anda.11 Koneksi dengan Wi-Fi Kadang Terputus.Permasalahan: Koneksi network dengan menggunakan Wi-Fi, sesekali terputus secara tiba-tiba. Tanpa sebab yang jelas. Hal ini sesekali terjadi pada notebook Centrino yang sudah dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi.Solusi: Biasanya ini disebabkan karena power saving mode. Notebook Centrino secara default membuat fungsi ini enable dengan maksud untuk menghemat konsumsi baterai. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan aplikasi Intel PROSet (jika tersedia).Atau melalui properties pada device WI-Fi ethernet, pada Network Connections. Kemudian pilih Configure. Pada tab Adcanced, terdapat setting untuk mengoptimalkan konsumsi daya. Ad Hoc Transmit Power, berpengaruh dengan jarak jangkau. Sedangkan Power Management, akan menyesuaikan dengan kondisi baterai, dan waktu idle notebook. Dan secara otomatis akan menurunkan konsumsi listrik dari baterai.Hal ini, yang kemungkinan menyebabkan koneksi Wi-Fi terputus. Jadi ada dua alternatif yang dapat dilakukan. Pilihan 1: Setting posisi maksimal untuk kedua fungsi ini. Apalagi jika Anda tidak khawatir dengan kapasitas baterai yang tersisa. Karena tersedia tombol shortcut untuk langsung mematikan fungsi Wi-Fi di kebanyakan notebook Centrino. Pilihan 2: Sesuaikan dengan gaya penggunaan notebook Anda. Pelajari waktu idle penggunaan notebook. Dan mencobanya sesuai dengan kebiasaan penggunaan sehari-hari. Tentunya Anda tidak ingin koneksi Wi-Fi Anda tiba-tiba terputus karena waktu idle 5 menit telah terlewati. Padahal Anda hanya meninggalkan notebook Anda, untuk sekadar ke WC ataupun membuat secangkir kopi hangat. perakitan PC 1. Penyiapan motherboardPeriksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor. 2. Memasang ProsessorProsessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda. Jenis socket 1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan. 2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka. 3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket. 4. Turunkan kembali tuas pengunci. Jenis Slot 1. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard 2. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot. 3. Memasang HeatsinkFungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard. 4. Memasang Modul MemoriModul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.Jenis SIMM1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot. 2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot 3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.Jenis DIMM dan RIMMCara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan 1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot 2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot. 3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang. 5. Memasang Motherboard pada CasingMotherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut: 1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang. 2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard. 3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam. 4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada. 5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup. 6. Memasang Power SupplyBeberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut: 1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci. 2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU. 7. Memasang Kabel Motherboard dan CasingSetelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing. 1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard 2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard. 3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang. 4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali. 5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard. 6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat. 8. Memasang DriveProsedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut: 1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing) 2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive. 3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive. 4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu) 5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive. 6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave. 7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan. 8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive. 9. Memasang Card AdapterCard adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter: 1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard 2. Pasang sekerup penahan card ke casing 3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada. 10. Penyelessaian Akhir 1. Pasang penutup casing dengan menggeser 2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding. 3. Pasang konektor monitor ke port video card. 4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada. 5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse). 6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.PengujianKomputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut: 1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker. 2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep. 3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS. 4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence. 5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS. Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian. Penanganan MasalahPermasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain: 1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung. 2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/ LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung. Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat.Semoga tidak kesetrum
Read More...
separador

Minggu, 30 November 2008

Langkah-Langkah merakit Komputer

  1. Letakkan mother board di tempat yg aman dan datar.
  2. Pasang processor pada mobo.
  3. Pasang RAM di tempat yg sudah disediakan.
  4. Siapkan casing untuk pemasangan mobo.
  5. Pada casing, terdapat beberapa titik yg berfungsi untuk pemasangan baut. Pamasangan baut harus sesuai dengan tempatnya.
  6. Masukan mobo pada casing secara perlahan.
  7. Kemudian pasanglah baut yg disediakan pada mobo.
  8. Pasang dan kencangkan baut pada mobo.
  9. Pasang konektor power supply pada tempatnya pada mobo.
  10. Pasanglah VGA card pada slot ekspansi yang sesuai.
  11. Pasang baut dari VGA tersebut.
  12. Pasang network card pada slot yg sesuai dan kencangkan bautnya.
  13. Pasang hard disk pada casing.
  14. Pasang 4 baut penahan hard disk pada rangka casing.
  15. Masukan CD-Rom pada casing.
  16. Pasanglah baut CD-Rom pada bagian kiri dan kanan casing.
  17. Pasanglah floppy disk pada rangka casing.
  18. Pasanglah baut FDD yang telah di persiapkan.
  19. Setting jumper pada hard disk dan CD-Rom.
  20. Pasang kabel data pada hard disk dan CD-Rom.
  21. Pasang juga kabel power pada hard disk dan CD-Rom.
  22. Pasanglah kabel data an power untuk floppy disk drive.
  23. Pasanglah seluruh kabel data pada mobo.
  24. Pasang kabel switch, speaker, hdd led dan power led pada mobo.
  25. Pasanglah keyboard, mouse, data monitor, power monitor dan kabel power pada bagian belakang casing sesuai konektor masing-masing.
  26. Setelah seluruh komponen telah terpasang dengan baik, lakukan uji tampil dengan menghidupkan computer.
Read More...
separador

Senin, 17 November 2008

Instalasi Operating System

SebeLum Qt meLakukan Instalasi Windows, sebaiknya kita melakukan setting BIOS dahuLu... Setting BIOS 1. Pada saat computer dihudupkan, PC akan melakukan proses booting. 2. Segeralah menekan tombol [Delete] pada keyboard untuk masuk ke menu BIOS Selanjutnya buka menu [boot]/[advance setup]. Untuk memudahkan proses penginstalan system operasi, ubahlah pola boot dari PC. Sebagai 1st boot device, pilihlah CD ROM. Sebagai 2nd boot device, pilihlah HARD DISK. Dan 3rd boot device, pilihlah FLOOPY. Ini bertujuan agar tiap kai booting, computer mencari adanya system operasi di CD ROM dulu, baru HARD DISK, dan FLOOPY. Setting BIOS telah selesai. Selanjutnya masukkan CD instalasi Windows XP ke CD-ROM drive. Detelah itu, pilih menu [Exit] [Exit Saving Changes] untuk keluar dari BIOS dan menyimpan pengaturan yang baru dibuat. Selanjutnya computer akan restart, dan melanjutkan proses booting. Instalasi Windows XP 1. Pada layar akan keluar tulisan Press any key to boot from CD…,tekan enter…. 2. Selanjutnya akan tampil: Setup in inspecting your computer’s hardware configuration… 3. Proses Instalasi dimulai. 4. Tekan enter untuk memulai proses instalasi, setelah itu akan muncul pada layer Welcome to Setup. Ada 3 pilihan: i. Tekan “enter” jika ingin melanjutkan proses penginstalan. ii. Tekan “F3” jika ingin membatalkan prnginstalan. iii. Tekan “R” jika ingin memperbaiki Windowa XP yang sudah terinstal sebelumnya. 5. Tekan “enter” karena kita ingin melakukan proses penginstalan. 6. Pada layer akan muncul Windows XP Licensing Agreement. Tekan “F8” untuk melanjutkan penginstalan. 7. Setelah itu pada layer akanmuncul 3 pilihan: i. Untuk menginstal Windows XP tekan “enter” ii. Untuk membuat partisi tekan “C” iii. Untuk menghapus partisi yang sudah ada tekan “D” 8. Jika kita ingin membuat partisi harddisk, maka tinggal tekan C. Maka akan ditanya ingin membuat berapa partisi instalannya. Anda bisa tentukan atau langsung tekan “enter”. Setelah itu harddisk akan diformat. Ada 4 pilihan: i. Diformat menggunakan file system NTFS (Quick). ii. Diformat menggunakan file system FAT (Quick). iii. Diformat menggunakan file system NTFS. iv. Diformat menggunakan file system FAT. 10. Kita pilih Diformat menggunakan file system NTFS. Lalu “enter”. Ini dimaksudkan karena file system NTFS digunakan untuk system operasi Windows NT, 2000, XP, dan Vista. File system FAT digunakan oleh system operasi DOS, Windows 3.1, dn windows 95. Ada juga FAT32 digunakan oleh system operasi Windows 95, 98, ME, 2000, XP. 11. Sekarang Windows akan melakukan formatting terhadap harddisk anda. 12. Setelah di format proses selanjutnya adalah setup copy file. Tunggu saja hingga 100%. Tinggal ikuti saja prosesnya, tunggu sampai restart. 13. Pada saat booting akan muncul tulisan Press any key to boot from CD… Jangan tekan apapun, karena kalau ditekan enter maka akan mulai proses yang diatas lagi. Biarkan saja sampai proses pembacaan CD system ini hingga akan muncul gambar Windows XP. 14. Proses penginstalan akan berlanjut. Diamkn saja sampai windows berhenti dengan sendirinya dan akan menanyakan apa lagi yang mau kita isikan. 15. Tunggu sampai layer muncul gambar bertuliskan REGIONAL AND LANGUAGE OPTIONS. 16. Pilih Customize lalu pilih regional dan bahasa yang akan digunakan. Setelah selesai klik apply kemudian next. 17. Setelah selesai melakukan penyetingan maka layer akan tampil PERSONALIZE YOUR SOFTWARE. Anda bisa memasukkan nama organisasi anda. Setelah itu tekan next. 18. Lalu anda disuruh memasukkan serial number Windows XP. Klik next. 19. Lalu muncul Computer Name and Administrator Password. Klik next. 20. Setelah itu setting tanggal, bulan, tahun dan jam serta wilayah anda berada. Pada combo box Date & time atur sesuai keadaan sekarang. Pada time zone pilih Jakarta. 21. Jika computer anda dilengkapi hardware untuk jaringan maka akan muncul tampilan Networking Settings. Pilih Typical setting, lalu next. 22. Lalu akan muncul tampilan Workgroup or Computer Domain. Jika computer anda terhubung dengan jaringan pilihlah pilihan yang pertama. Kemudian next. 23. Tunggu sampai proses penginstalan selesai dan restart sendiri. Sebelum masuk Windows biasanya akan muncul tampilan Display Setting. Klik OK. 24. Kemudian akan tampil Monitor Setting. Klik OK. 25. Kemudian muncul tampilan Welcome to Microsoft Wndows. Klik next. 26. Selanjutnya tampil Who will use this computer? Masukkan nama pngguna computer. Klik next. 27. Kemudian muncul tampilan Thank You. Klik Finish. Instalasi sukses. 28. Proses penginstalan Windows XP selesai. 29. Langkah selanjutnya anda bisa menginstall driver yang diperlukan seperti driver motherboard atau VGA. Dan setelah itu anda dapat menginstall berbagai perangkat lunak sesuai kebutuhan seperti MS Office, Photoshop, Winamp, dll
Read More...
separador

Jumat, 31 Oktober 2008

Bunyi beep pada PC

AMI-BIOS
1x: RAM rusak atau tidak terpasang dengan tepat. 6x: Kesalahan Gate A20 - biasanya menunjukkan keyboard yang rusak. 8x: Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan tepat dalam slot. 11x: Checksum-Error. Periksalah baterai pada motherboard.
Award-BIOS
1x panjang: Kesalahan RAM, modul tidak duduk dengan tepat. 1x panjang, 2x pendek: Graphic card cacat atau rusak. 1x panjang, 3x pendek: Keyboard rusak atau tidak terpasang (mulai versi 4.5 signal ini menunjukkan kesalahan graphic card). Tak terputus: RAM atau graphic card tidak ditemukan.
Phoenix-BIOS
1x-1x-4x: BIOS rusak. 1x-2x-1x: Motherboard rusak. 1x-3x-1x: Masalah RAM, modul tidak terpasang dengan baik. 3x-1x-1x: Motherboard rusak. 3x-3x-4x: Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan baik.
Read More...
separador

Rabu, 17 September 2008

Mengenal CD-ROM dan DVD-ROM

CD (Compact Disc) dan DVD (Digital Video Disc) saat ini sudah umum digunakan di seluruh dunia karena merupakan perlengkapan standar yang dapat diandalkan. CD dapat dengan mudah dibawa dan bahkan bisa untuk menyimpan data. Secara umum, pengertian CD-ROM (Compact Disc Read Only Memory) adalah media untuk menyimpan data atau informasi lainnya dalam jumlah yang sangat besar (lebih dari 600 MegaByte). Jauh lebih besar jika kita bandingkan dengan floppy disk (1,4 MB). CD ROM dapat diakses dan dibaca di layar, atau dicetak dari komputer manapun yang memiliki CD-ROM player. CD dapat menyimpan informasi dalam berbagai bentuk, seperti: teks, gambar, presentasi, slide, audio dan video. Lalu bagaimana CD-ROM tersebut dibuat ? Untuk mengetahuinya, silahkan baca terus artikel ini... Sejarah CD-ROM Mulai tahun 1983 sistem penyimpanan data di optical disc mulai diperkenalkan dengan diluncurkannya Digital Audio Compact Disc. Sejak saat itulah teknologi penyimpanan pada optical disc berkembang. Bahan pembuat CD-ROM CD-ROM yang ada saat ini umumnya terbuat dari resin (polycarbonate) dan dilapisi permukaan yang sangat reflektif seperti alumunium. Informasi direkam secara digital sebagai lubang-lubang mikroskopis pada permukaan yang reflektif. Proses ini dilakukan dengan menggunakan laser yang berintensitas tinggi. Permukaan yang berlubang ini kemudian dilapisi oleh lapisan bening. Informasi dibaca dengan menggunakan laser berintensitas rendah yang menyinari lapisan bening tersebut sementara motor memutar disk. Intensitas laser tersebut berubah setelah mengenai lubang-lubang tersebut kemudian terefleksikan dan dideteksi oleh fotosensor yang kemudian dikonversi menjadi data digital. Penulisan data pada CD-ROM hanya dapat dilakukan sekali saja. Walaupun demikian, optical disk ini memiliki keunggulan dari segi mobilitas. Bentuknya yang kecil dan tipis memudahkannya untuk dibawa kemana-mana. Tipe-tipe piringan CD Piringan CD yang sering kita lihat di pasaran terbagi menjadi tiga yaitu CD-ROM, CD-R dan CD-RW. Masing-masing mempunyai karakteristik sendiri. CD-ROM Biasanya piringan CD-ROM berwarna perak. Proses pembuatannya adalah dengan cara menaruh selembar lapisan plastik yang telah disinari oleh sinar laser. Sinar laser itu akan membentuk semacam pit (lubang) berukuran mikro, yang sangat kecil sekali. Lubang-lubang itu akan membentuk deretan kode yang isinya berupa data. Sekali tercipta lubang, maka tidak bisa ditutup lagi. Lalu lapisan plastik itu akan dibungkus lagi oleh plastik cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul. Semua itu prosesnya dilakukan secara bertahap dalam suatu mesin cetakan. Alat cetakan CD-ROM bentuknya mirip cetakan kue martabak manis dan analogi pembuatannya juga mirip seperti itu. Sesuai dengan namanya ROM (Read Only Memory), data di dalam CD-ROM tidak bisa dihapus sehingga CD-ROM tidak bisa dihapus atau direkam pada alat CD Writer yang biasa kita miliki. Kualitas CD-ROM ditentukan oleh ketiga lapisan seperti pada gambar. Lapisan pemantul harus mampu memantulkan cahaya yang dipancarkan oleh sinar laser dengan sempurna sehingga informasi yang ada dilapisan data dapat terbaca dengan baik. Sementara lapisan pelindung harus kuat agar lapisan data tidak rusak karena tergores atau kotor. CD-ROM original umumnya lebih awet daripada CD-ROM bajakan. Karena kualitas lapisan-lapisan pada CD-ROM original sangat kuat dan berkualitas di bawah standar mutu yang dapat diandalkan. Akan tetapi tidak tertutup kemungkinan ada pula CD-ROM bajakan yang berkualias, namun harganya tidaklah murah. CD-R Singkatan dari Compact Disc Recordable. Piringan ini umumnya berwarna hijau, tetapi ada yang berwarna biru, merah dan hitam. Proses pembuatannya hampir sama dengan CD-ROM, yaitu dengan cara menaruh selembar lapisan dan plastik. Perbedaannya plastik itu belum disinari oleh laser. Lalu lapisan plastik itu akan dibungkus lagi oleh plastik cair yang berguna sebagai pelindung dan pemantul. Lalu kapan lembaran plastik itu akan disinari laser? Jawabannya nanti pada saat kita hendak merekamnya. Itulah sebabnya C-R disebut juga dengan CD-Blank karena isinya masih kosong. Menentukan kualitas CD-R juga sama dengan kualitas CD-ROM. Tapi ada yang harus jadi perhatian ekstra, yaitu karena proses rekaman dilakukan setelah CD tercetak dan ada begitu banyak CD-R yang dijual dipasaran, maka kualitas lembaran di dalam CD-R itu harus cocok dengan CD Writernya. CD-RW CD-RW yang merupakan singkatan dari Compact Disc Rewritable adalah sebuah jenis CD yang dapat kita isi sendiri, kemudian isinya dapat kita hapus jika diinginkan. Harga CD-RW biasanya lebih mahal daripada CD-R. 1. mengucapkan’y… 2. Belajar menyukai lagu-lagu kesukaan Qt, jd jgn heran ketika tiba-tiba dy meminjam CD atw kaset, krn pd dasar’y kesukaan Qt adlh kesukaan’y jg… 3. Sll menanyakan kabar, krn dy mengkhawatirkan keadaan Qt… 4. Gx bosan memberi semangat… 5. Tak segan-segan memberikan barang kesayangan’y… 6. Ingin sll berdekatan dan menghabiskan hari-hari’y dg Qt… 7. Bertindak lebih seperti saudara drpd seperti seorang kekasih… 8. Melakukan hal-hal yg konyol, seperti menelepon 100x dlm sehari hny u/ memberitahukn bhw dy sdg memikirkan Qt… 9. Gx ragu u/ meminta maaf dan memaafkan… 10. Ttp sabar, sekalipun Qt orang terbodoh didunia… 11. Ponsel’y penuh dg SMS Qt, even SMS yg Qt kirim berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun yg lalu… 12. Saat Qt menghindari atw memberi reaksi penolakan, dy akn menyadari dan menghilang dr kehidupan Qt, lpn hal itu membunuh hati’y… 13. Saat Qt merindukan’y dan ingin memberikan’y kesempatan, dy akn ada disana:menunggu… CD-ROM BUKA-TUTUP SENDIRI Dari judul diatas kelihatannya memberikan kenyamanan pada kita saat menggunakan CD-ROM, dimana bisa membuka dan menutup sendiri tanpa diperintah. Yang jadi masalah jika CD-ROM buka tutup sendir pada jam-jam tertentu saja, biasanya malam hari sekitar jam 23.00 keatas. Dan yang lebih parah frekuensi buka tutup yang bikin jengkel. Bagi yang pernah mengalami demikian banyak persepsi yang muncul dari pikiran kita mengenai buka tutup CD-ROM secara otomatis, diantaranya adalah terdapat hantu pada komputer, atau komputer terserang virus buka tutup. Saya akan berbagi pengalaman untuk mengatasi hal tersebut. (intro) Pada suatu malam yang hening, ketika sedang berkonsentrasi membuat laporan di depan komputer, tiba-tiba saya dikejutkan dengan membukanya CD-ROM tanpa ada perintah dari saya. Kontan (gak kredit) saya kaget, “jangan-jangan” ada yang aneh di kamar ini. Pertama kali yang terlintas pada pikiran saya adalah ada yang gak suka saya ngetik sampai larut malam. Harus buang jauh-jauh nih pikiran ini (dalam hati). Kemudian saya tutup kembali CD-ROM tersebut dengan menekan tombol close. Selang beberapa menit CD-ROM kembali membuka, saya tutup kembali. Tidak disangka-sangka CD-ROM kembali membuka, saking kesalnya menutup CD-ROM berulang-ulang akhirnya saya diamkan CD-ROM tersebut tetap terbuka. Apa yang terjadi? CD-ROM menutup dengan sendirinya, tambah kesel aja. Sampai akhirnya saya dapat menyelesaikan laporan entah berapa kali CD-ROM buka tutup sendiri. Keesokan harinya saya cari tahu penyebab kejadian CD-ROM buka tutup sendiri, mulai dari scan virus sampai tanya ketemen-temen. Tapi tidak terdeteksi adanya virus dan teman-teman tidak tahu cara mengetasi hal tersebut. Malah ada juga yang mengalami kejadian yang sama. Karena mungkin kepribadian saya yang tertantang untuk mengetahui hal yang baru akhirnya saya iseng-iseng buka casing CPU dan kemudian saya cabut kabel data dan kabel power suplay yang menuju ke CD-ROM. Kemudian saya pasangkan kembali. Tidak disangka-sangka CD-ROM sudah tidak pernah buka tutup kembali alias normal kembali. Demikian tadi pengalaman saya mengatasi CD-ROM yang buka tutup sendiri, semoga bermanfaat. Langkah diatas juga dapat dilakukan jika drive CD-ROM tidak muncul pada saat menjalankan Windows Explorer.
Read More...
separador

Kamis, 11 September 2008

CD dan DVD: Tips & Trik

Do:

1. Pegang disc pada tepi luarnya atau pada lubang di tengah-tengah.

2. Gunakan marker non-solvent-based berujung lembut untuk melabeli disc.

3. Jaga disc dari kotoran atau bahan asing lain.

4. Simpan disc secara tegaklurus (seperti menyimpan buku) dalam wadah plastik yang diperuntukkan untuk CD dan DVD.

5. Segera kembalikan disc ke tempatnya setelah dipakai.

6. Biarkan disc berada dalam bungkus/tempatnya untuk meminimalkan pengaruh perubahan lingkungan.

7. Buka kotak disc recordable (R/RW) hanya sewaktu akan merekam data.

8. Simpan disc di lingkungan dingin, kering dan gelap dimana udaranya bersih.

9. Buang debu, benda asing, sidik jari, corengan dan cairan, caranya dengan membasuhnya dengan kain katun bersih dalam arah garis lurus, dari tengah disc menuju ke tepi disc.

10. Gunakan deterjen pembersih CD/DVD, isopropyl alcohol, atau methanol untuk membuang kotoran yang membandel.

11. Periksa permukaan disc sebelum proses recording.

Do Not:

1. Menyentuh permukaan disc. 2. Menekuk disc. 3. Menggunakan label yang bersifat adhesive (berperekat).

4. Menyimpan disc dalam posisi horizontal dalam jangka waktu yang lama (tahunan).

5. Membuka kemasan disc recordable sewaktu anda belum siap untuk merekam.

6. Menempatkan disc pada kondisi sangat panas dan kelembaban tinggi.

7. Menempatkan disc pada kondisi dimana perubahan temperatur dan kelembaban terjadi secara cepat.

8. Menempatkan lama-lama disc recordable ke sinar matahari atau sumber sinar ultraviolet lain.

9. Menulisi atau melabeli area data disc (area dimana laser membaca) .

10. Membersihkan dengan membasuh dalam arah memutari disc.

Khusus untuk CD, do not:

1. Menggores sisi label disc.

2. Menggunakan pena, atau marker berukung runcing untuk melabeli disc.

3. Menulisi disc dengan marker yang mengandung bahan pelarut (solvent).

4. Mencoba untuk mengelupas label.

Rekomendasi Umum untuk kondisi penyimapanan jangka panjang:

Untuk disc R, direkomendasikan menggunakan disc yang memiliki lpisan reflektif (lapisan pemantulan cahaya) terbuat dari logam emas.

Untuk CD dan DVD dianjurkan untuk disimpan pada temperatur kurang dari 20°C (68°F), dan diatas 4°C (39°F), dengan kelembaban relatif 20%-50%.

Yang baik, Temperatur 18°C and kelembaban relatif 40% cocok untuk penyimpanan jangka panjang. Semakin kecilnya temperatur dan kelembaban relatif dianjurkan untuk penyimpanan yang lebih lama lagi.

Read More...
separador

Tips Pembersihan Disk

Jika disc butuh pembersihan, ingat tips berikut:

Gunakan peniup udara untuk menyingkirkan debu.

Gunakan kain katun lembut atau chamois untuk mengusap disc

Cobalah membersihkan dengan kain kering dulu, sebelum menggunakan cairan pembersih.

Jangan mengusap dalam suatu arah mengelilingi disc.

Basuh mulai bagian tengah/pusat disc kemudian langsung lurus menuju tepi luar.

Hindari penggunaan produk kertas, termasuk kertas lensa untuk membasuh disc.

Hindari penggunaan segala yang menggosok hingga menyebabkan lecetnya permukaan disc.

Jika disc mempunyai sangat banyak kotoran, cobalah membilasnya dengan air terlebih dahulu.

Gunakan deterjen berbasis air (water-based) yang tersedia di pasaran yang diformulasikan untuk membersihkan permukaan oprical disc.

Gunakan isopropyl alcohol atau methanol, sebagai alternatif dari deterjen water-based untuk membersihkan permukaan disc.

Read More...
separador

CD dan DVD: Melakukan Cleaning

CD dan DVD tidak membutuhkan pembersihan rutin. Yang terbaik adalah membersihkan disc hanya saat benar-benar diperlukan, seperti:

Sebelum disimpan, sewaktu kotoran permukaan masih kelihatan.

Sebelum direkam, saat kotoran pada permukaan disc kelihatan.

Sebelum dijalankan, untuk mencegah kotoran permukaan terlempar sewaktu disc sedang diputar di disc drive.

Saat kemampuan pembacaan lemah dan kootoran permukaan terlihat.

Secara umum, hindari penggunaan larutan organik. Larutan yang lebih kasar (aseton, benzene) akan menguraikan polycarbonate dan merusak disc sehingga tidak bisa diperbaiki.

Larutan ringan (isopropyl alcohol, methanol) dapat dipakai. Larutan ringan menguap dengan cepat dan tidak akan merusak polycarbonate. Solusi lain yang tidak berbahaya adalah pembersih lensa yang berbasiskan air atau deterjen yang berbasis air (dengan mild soap) yang diformulasikan untuk membersihkan CD atau DVD.

Substrat polycarbonate merupakan tipe plastik yang relatif halus dan transparan. Setiap saat disc dibasuh, digosok, atau dibersihkan berisiko menggores atau mengotori.

Read More...
separador

Glossary CD

CD (Compact Disc):

Suatu optical disc, CD adalah istilah yang digunakan saat mendeskripsikan beragam format compact disc, mulai dari mass-produced disc audio dan adta, sampai versi recordable (CD-R) atau versi rewritable (CD-RW). CD standar dapat menampung data sekitar 650MB .

CD-R (Compact Disc-Recordable): Suatu versi dari CD dimana data dapat direkamkan namun tidak dapat dihapus. Bahan berbasis celupan organik digunakan untuk menyimpan data yang dituliskan kepadanya melalui laser.

CD-ROM (Compact Disc-Read Only Memory): Pengembangan dari format compact disc digital audio yang memungkinkan data komputer dapat disimpan.

CD-ROM drive: Peralatan yang dipasang di komputer yang memungkinkan membaca dan memainkan CD.

CD-RW (Compact Disc-ReWritable):

Versi dari CD dimana data dapat direkamakan dan dihapus dan direkam ulang di lokasi fisik yang sama pada disc. Pada CD-RW digunakan lapisan phase-changing metal alloy untuk menyimpan data yang dituliskan kepadanya melalui laser.

data area:

Ruang pada CD atau DVD dimana terdapat konten digital.

data layer (lapisan data):

Lapisan pada optical disc yang menyimpan data sebagai tanda atau lubang.

digital:

Skema kode biner yang umumnya dipakai pada teknologi komputer untuk merepresentasikan data sebagai binary bit (1 dan 0).

double-layered DVD: Suatu DVD yang memiliki dua lapisan data, memungkinkan untuk melipatgandakan kapasitas penyimpanan dibandingkan DVD single layer.

DVD: Kependekan dari Digital Video Disc atau Digital Versatile Disc, saat ini biasa disebut DVD. Generasi lanjutan dari teknologi penyimpanan optical disc sesudah CD. DVD, ukuran fisik dan bentuknya sama dengan CD, namun memiliki kerapatan yang lebih tinggi dan memberikan pilihan untuk data dapat disimpan double-sided atau double layered dalam disc.

DVD-Audio: Format penyimpanan audio-only yang mirip dengan CD-Audio. Yang membedakannya, penawaran 16, 20 dan 24-bit sample pada sapling rate yang bervariasi mulai adri 44,1 sampai 192 KHz. Sedangkan CD hanya 16 bit dan 44,1KHz. Disc DVD-Audio juga dapat mengandung musik, video, grafik dan informasi lainnya.

DVD-R (DVD-Recordable, kadang-kadang dianggap DVD minus R):

Versi DVD dimana data dapat direkam, tapi tidak bisa dihapus oleh disc drive. Bahan berbasis celupan organik digunakan untuk menyimpan data yang dituliskan kepadanya melalui laser. DVD-R mempunyai kapasitas 4,7 GB.

Terdapat dua versi dari DVD-R:

1. DVD-R (A) (DVD-Recordable for Authoring):

Format untuk pengembang konten profesional dan produsen software. Terutama digunakan untuk membuat disc master yang akan diproduksi massal.

2. DVD-R (G) (DVD-Recordable for General use) dan DVD+R (DVD plus Recordable): Suatu format untuk merekam segala tipe konten: audio, video, dan data. Kompatibel dengan kebanyakan DVD player dan DVD-ROM drives.

DVD-RAM (DVD-Random Access Memory): DVD yang rewritable. Berbasis cartridge, atau lebih baru cartridge-less optical disc untuk perekaman data dan playback. Data dapat direkamkan dan dihapus sampai 100.000 kali, membuat DVD-RAM sebagai virtual har ddisk . DVD RAM menggunakan phase change data layer untuk merekamkan data dari laser. DVD-ROM drive dan DVD-Video player saat ini tidak dapat membaca DVD-RAM. DVD-ROM (Read Only Memory): Biasanya merupakan optical disc yang digunakan untuk menyimpan data, audio dan video. DVD-ROM berjalan di DVD-ROM, DVD-R, DVD-RW, or DVD-RAM drives, ettapi tidak di DVD-Video players yang terhubung ke televisis dan home theaters.

DVD-RW (seringkali dianggap sebagai DVD minus RW, DVD-ReWritable): DVD-RW serupa dengan DVD-RAM, yang berbeda teknologinya dimana dia menggunakan read-write access secara sekuensial seperti phonograph, tidak seperti harddisk. Kapasitas baca-tulisnya sebanyak 4,7 GB, dan dapat ditulis ulang sampai 1000 kali. DVD-RW kompatibel dengan kebanyakan DVD-Video player dan DVD-ROM drive.

DVD+RW (DVD plus RW), (DVD-ReWritable):

Untuk perekaman segala tipe konten, untuk audio, videio recording dan editing, dan untuk perekaman adta secara random. Kompatibel dengan kebanyakan DVD-Video player dan DVD-ROM drive.
Read More...
separador

Dampak Overclock

· Dampak negatif overclock:

1. Panas berlebihan pada prosesor karena dipaksa bekerja pada clock yang lebih tinggi, dapat dikurangi dengan penggunaan sistem pendingin yang sudah ada.

2. Kesalahan operasi (pehitungan) prosesor karena akibat panas berlebihan.

· Dampak positif overclock:

1. Komputer menjadi lebih cepat seolah-olah bekerja dengan prosesor yang lebih tinggi.

2. Cara termurah meningkatkan kecepatan kerja dari CPU.

3. Dapat membuat prosesor yang tidak ada pada pasaran.

Read More...
separador

Mengatasi masalah panas

Overclocking akan mengakibatkan timbulnya panas yang cukup berlebihan, jika kita tidak menggunakan pendingin, untuk dapat overclocking dengan aman maka kita harus memiliki sistem pendingin yang baik pula. Sistem pendingin terbagi 2 :

· Software

Banyak sofware yang beredar yang dapat digunakan sebagai software pendingin seperti waterfall dan rain

· Hardware

dengan memasang heatsink dan kipas pada processor atau memakai hardware khusus, yang memang bekerja sebagai pendingin seperti kyro 1

Read More...
separador

Komponen-komponen Pembentuk PC

1.CPU (Central Processing Unit) atau Processor

2.Motherboard

3.Memory

4.Casing dan Power Supply

5.Keyboard dan Mouse

6.Expansion Card

Read More...
separador

Peristilahan atau GLOSSARY

Beep : bunyi speaker yang dikeluarkan komputer pada proses post atau pada saat ada kesalahan/gangguang tertentu. Suara yang muncul melalui speaker komputer, umunya menunjukkan adanya kesalahan dalam program yang sedang berjalan. Beep dapat ditambahkan dalam program yang dibuat dengan menyisipkan kode ASCII 7.

BIOS : Basic Input Output system . Software yang dipasang pada chip komputer untuk mengatur operasi dasar seperti layar, harddisk, memory, VGA, dll. Bagian dari sistem operasi yang bisa mengidentifikasi set program yang digunakan untuk mem-boot komputer, sebelum menempatkan disket sistem. BIOS terdapat di ROM (Read Only Memory) dari sistem dan umumnya tersimpan secara permanen. Program yang digunakan mikroprosesor untuk menyalakan komputer. BIOS juga mengatur aliran data antara sistem operasi komputer dan perangkat tambahan yang terhubung pada komputer.

Bus : Saluran yang terdiri dari sekumpulan jalur yang sejenis. Sekumpulan kabel yang merupakan alat transportasi informasi ke semua peralatan dalam sistem. Informasi tersebut dapat berupa data, perintah atau alamat.

Cache Memory:Memori berkecepatan tinggi yang mampu bekerjasama dengan CPU, bertindak sebagai buffer antara CPU dan memori utama yang lamban.

Casing : Casing. Kotak tempat mesin komputer (motherboard dan pendukungnya, power supply, disk drive, hardisk, CD ROM

ix

drive). Wadah atau tempat melindungi motherboard, control board, power supply disk drive dan komponen- kompenen lainnya. Sebuah case komputer sebenarnya tak lebih dari rangka dari sebuah komputer. Case ini adalah tempat komponen-komponen yang membentuk sebuah sistem komputer terletak, juga untuk meletakkan alat pendingin (cooling fan), dan juga meng-ground listrik yang terdapat pada komponen-komponen yang ada melalui rangka yang terbuat dari besi. Case yang besar dengan tempat ekspansi yang banyak lebih disukai, dengan adanya ruang ekspansi yang banyak anda dapat menambahkan perangkat-perangkat lain dengan mudah. Contoh perangkat-perangkat yang dapat ditambahkan ini misalnya drive DVD, CD writer, dan lain-lain. Saat ini case dengan bentuk tower biasanya lebih disukai daripada case dengan bentuk desktop karena memiliki tempat yang lebih luas untuk ekspansi, dan juga dapat memiliki kemampuan pendinginan yang lebih baik. Sebuah case bisa berupa AT atau ATX, dimana perbedaannya terletak pada posisi motherboard nantinya, demikian pula power supply yang datang bersama case tersebut. Case komputer biasanya datang bersama-sama dengan power supply, walaupun kadang-kadang disarankan agar anda membeli power supply terpisah sehingga bisa mendapatkan kedua barang tersebut dengan kualitas yang sama-sama tinggi.

CD ROM Drive :Alat pemutar CD ROM. Suatu drive untuk merekam atau memainkan Compact Disk, yang sering dijumpai adalah CD-ROM (CD Read Only Memory) MO (Magneto-Optical) dan WORM (Write Once Read Many).

x

CGA : Color Graphics Adaptor. Salah satu tipe monitor, yaitu standar Ibm untuk kualitas monitor resolusi rendah, dalam mode grafik hanya dapat menampilkan 4 warna.

Clock : Jam/pewaktu. Rangkaian pembangkit frekuensi. Sumber utama dari pulsa elektronik komputer. Clock digunakan untuk menyamakan operasi semua elemen komputer.

CMOS : Compelementary Metal Oxide Semiconductor. RAM kecil berukuran 64 byte yang menyimpan setting BIOS saat komputer sedang dimatikan. CMOS merupakan perluasan dari teknologi MOS yang menghasilkan IC dengan kebutuhan tenaga baterai rendah. CMOS digunakan untuk menyimpan program konfigurasi, program diagnostik dan informasi tanggal dan waktu pembuatan file yang tidak akan hilang meskipun komputer dimatikan.

CPU : Central Processing Unit. Unit pemroses utama dalam istilah teknik disebut mikroprosesor, sedang dalam pengertian umum adalah mesin komputer yaitu casing beserta semua isi didalamnya. Pusat pengolahan masukan sehingga menghasilkan keluaran. Termasuk di sini adalah semua register, sirkuit aritmatik, unit pembanding, dsb.

CRT : Catoda Ray Tube Teknologi yang dipakai untuk membuat sistem tampilan/monitor komputer menggunakan tabung sinar katoda.

Disk : Suatu media penyimpanan data. Yang dimaksud dengan disk adalah floppy disk atau hard disk. Sedangkan floppy disk adalah disket. Piringan tipis yang dilapisi bahan

xi

magnetik (oksida besi) yang mampu menyimpan sejumlah data atau informasi. Pembacaan dan penulisan informasi dipusatkan pada track.

DMA : Direct Memory Access. Akses memori secara langsung. Chip yang berfungsi untuk mengendalikan proses pengaksesan memori secara langsung. Alat pengendali memori yang membantu mempercepat kerja CPU dalam proses pengolahan data.

DRAM : Dynamic RAM. Memori PC yang dapat dibaca dan ditulisi. Untuk menyimpan data dalam memori, isinya perlu di refresh secara periodik. Jenis memori ini banyak digunakan pada bagian memori utama yang digunakan untuk rutin proses.

Drive : Pintu, penggerak disk.

EGA : Enhanced Graphics Adaptor. Salah satu standard resolusi monitor. EGA mampu menampilkan 16 warna dalam model grafik, setingkat di atas monitor CGA. Monitor dengan card EGA mampu menampilkan 16 warna pada bentuk teks (80 x 25 karakter atau 40 x 25 karakter), 16 warna pada bentuk resolusi rendah dan 4 warna pada resolusi tinggi dan tampilan grafik 640 x 350 titik. Perkembangan dari jenis EGA diantaranya adalah ATI Technologies Inc dengan card bernama EGA WONDER, dapat menampilkan 132 x 25 karakter. Monitor jenis EGA masih memakai konektor monitor yang sama dengan monitor jenis CGA dan Monochrome. EVEREX mengeluarkan card EPGA (Enhanced Proffesional Graphics Adapter), mampu menampilkan 649 x 480 titik (dot)

xii

dengan 256 warna, dari 4096 kombinasi warna dasar

(pallette). EPGA dan disebut juga PEGA (Proffesional Enhanced Graphics Adapter), ataupun PGA (Proffesional Graphics Adapter), menampilkan layar teks 132 x 43 karakter pada multi frekuensi atau Ulta sync, dan fleksibilitas yang dapat menggunakan monitor monochrome maupun enhanced monitor. Monitor ini mempergunakan konektor 9 pin yang terdiri dari 2 baris.

Hard disk : Media penyimpan data berkapasitas besar.

Head : Kepala, ujung perekam, bagian dari drive atau disk yang berfungsi untuk membaca atau menulis.

Keyboard : Papan kunci, papan ketik.

LSB : Least Significan Bits. Unit terkecil dari informasi dalam suatu bilangan biner. Satu bit cukup untuk menyatakan perbedaan antara ya dan tidak, atas dan bawah, on dan off, satu dan nol. Komputer harus menampilkan informasi dalam bit karena sirkuit elektronik yang dibuat hanya memiliki dua keadaan, on atau off. Dalam komputer suatu informasi disusun dalam 8 bit atau 1 byte.

Motherboard : Papan rangkaian komputer tempat semua komponen elektronik komputer terangkai.

MPU : Micro Processor Unit. Sama dengan CPU

Paterrn : Kelompok data dalam satu kesatuan pada memory RAM, umumnya 1 byte = 8 bit.

Peripheral : Peralatan. Spesifikasi peralatan pendukung yang dibutuhkan oleh sebuah PC agar dapat bekerja secara

xiii

optimal.

PIC : Programmable Interupt Controller. Kendali sela terprogram. Chip yang berfungsi untuk mengendalikan proses penyelaan antar periferal. Alat pengendali sela periferal yang membantu kerja CPU dalam proses penyelaan.

POST : Power on Self-Test yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC untuk bekerja dengan baik

Power Supply : Suatu rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai pencatu daya/pemberi sumber tegangan/arus pada peralatan.

VRAM : Video Random Access Memory (Video RAM) Tipe spesial dari DRAM yang memungkinkan akses direct high speed memory melalui sirkuit video. Jenis memori ini lebih mahal bila dibandingkan chips DRAM yang konvensional.

Read More...
separador

translate

Cloud Labels

para pengunjung

Pengikut

iklan

Categories